Modal tidak selalu identik dengan UANG

Modal tidak selalu identik dengan UANG

Saya sepakat dengan kalimat dari pak Ippho Santosa & Tim Khalifah, saya pelaku dan saya juga punya pengalaman akan hal itu, bahwa modal yang besar itu bukan uang, tapi keberanian.

Banyak orang yang tidak berani untuk memulai sebuah bisnis, punya ataupun tidak punya uang, ketika kita memulai maka hasilnya bisa gagal dan bisa sukses, artinya ada 2 kesempatan, seberapa banyak uang yang kita miliki, jika kita tidak berani memulainya, sudah bisa dipastikan tidak akan pernah bisa sukses, pilih mana?

Boleh jadi ketika kita sekolah IQ kita jongkok, atau bahkan tiarap, hehehe, sama sekali tidak penting, yang penting adalah kita mau belajar, kita berani untuk memulai, sembari belajar, maka kesuksesan itu bisa kita raih, seperti tagline DSC, yakni belajar, berilmu dan sukses.

Selain berani memulai, kita juga harus berani untuk merubah kebiasaan diluar dari kebiasaan yang kita lakukan. Kebiasaan apa itu? Kebiasaan yang tidak penting menjada kebiasaan yang penting untuk menunjang kesuksesan, misal kan kita suka tu santai-santai, banyak waktu yang dihabiskan untuk bersantai tanpa menghasilkan apapun, mulailah dirubah untuk hal-hal yang menghasilkan, kebiasaan banyak nonton TV, alihkan kebiasaan tersebut untuk menonton video yang bermanfaat, entah motivasi atau tutorial-tutorial atau apalah, kebiasaan ngomongin orang lain, alihkan untuk ngomongin masa depan, kedepan mau seperti apa? Dan lain sebagainya.

Berani memulai atinya berani untuk gagal dan berani untuk sukses, harus siap dengan setiap keadaan yang ada.

Siapkah untuk hal itu?

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *